$type=grid$count=3$cate=0$rm=0$sn=0$au=0$cm=0 $show=home

Pengaruh Jenis Media Tanam pada Bibit Anggrek Phalaenopsis

BAGIKAN:

Anggrek Phalaenopsis sp memiliki bunga indah yang tahan lama sehingga menjadi favorit di pasar florikultura.

Pendahuluan

Phalaenopsis sp. memiliki bunga indah yang tahan lama sehingga menjadi favorit di pasar florikultura. Bibit anggrek ini umumnya dikembangbiakkan melalui kultur jaringan atau pembagian rhizome. Fase pertumbuhan bibit sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan media tanam awal. Penelitian agronomi menekankan pentingnya adaptasi media untuk mendukung siklus hidup anggrek yang panjang.

Pertumbuhan bibit diukur melalui parameter tinggi tunas, jumlah akar primer, dan berat kering. Media tanam ideal harus mendukung fotosintesis optimal melalui aerasi yang baik. Di Indonesia, anggrek ini banyak dibudidayakan di dataran tinggi Jawa Tengah dan Sumatra. Petani lokal sering bereksperimen dengan campuran media lokal untuk efisiensi biaya.

Jenis-Jenis Media Tanam Umum

Media tanam untuk Phalaenopsis meliputi serbuk kayu, pakis pohon, arang sekam, dan sabut kelapa. Serbuk kayu dari Pteris sp. memberikan struktur longgar yang meniru habitat alami anggrek. Arang sekam kaya karbon dan membantu mencegah penumpukan garam. Sabut kelapa memiliki retensi air tinggi namun berisiko jika kondisi terlalu basah.

Jenis-Jenis Media Tanam Umum
Gambar 1. Jenis-Jenis Media Tanam Umum

Pakis pohon sering dicampur karena kestabilan pH-nya yang mendekati netral. Media komersial seperti sphagnum moss dari Selandia Baru juga banyak digunakan. Setiap jenis media memiliki kemampuan aerasi dan retensi air berbeda. Pemilihan media sangat dipengaruhi oleh iklim lokal, termasuk kondisi di Kudus, Jawa Tengah.

Parameter Pertumbuhan Bibit

Tinggi tanaman menjadi indikator utama pertumbuhan vertikal bibit Phalaenopsis. Jumlah daun mencerminkan akumulasi biomassa hijau yang sehat. Panjang akar primer menunjukkan kemampuan tanaman menyerap nutrisi. Berat basah dan kering diukur untuk menganalisis vigor tanaman.

Parameter Pertumbuhan Bibit
Gambar 2. Parameter Pertumbuhan Bibit

Pengamatan dilakukan setiap dua minggu selama dua belas minggu. Data dikumpulkan menggunakan jangka sorong dan timbangan digital. Parameter ini sangat sensitif terhadap kelembaban media. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji ANOVA.

Metodologi Penelitian Hipotetis

Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok lengkap. Empat jenis media diuji dengan dua puluh bibit per perlakuan. Bibit seragam berusia enam bulan hasil kultur jaringan digunakan. Penyiraman dilakukan dua kali seminggu menggunakan larutan nutrisi Hoagland.

Metodologi Penelitian Hipotetis
Gambar 3. Metodologi Penelitian Hipotetis

Setiap bibit ditanam dalam pot plastik berdiameter sepuluh sentimeter. Suhu rumah kaca dijaga stabil pada 28°C siang dan 24°C malam. Kelembaban relatif dipertahankan antara 70–80 persen. Intensitas cahaya diatur sekitar 12.000 lux.

Hasil Pengaruh Media Serbuk Kayu

Media serbuk kayu menghasilkan tinggi rata-rata bibit sebesar 15,2 cm setelah dua belas minggu. Jumlah daun mencapai rata-rata 5,4 helai per tanaman. Panjang akar primer mencapai 8,7 cm dengan aerasi yang sangat baik. Drainase media mencegah kelebihan air secara efektif.

Bibit menunjukkan vigor tinggi tanpa gejala busuk akar. Biomassa kering mencapai 2,3 gram dan lebih tinggi dari kontrol. pH media stabil pada kisaran 5,8–6,2 yang ideal untuk Phalaenopsis. Media ini layak digunakan untuk produksi bibit skala besar.

Hasil Pengaruh Media Pakis Pohon

Media pakis pohon menghasilkan tinggi tanaman rata-rata 14,8 cm. Jumlah daun mencapai 5,1 helai per bibit. Akar primer tumbuh lebih tebal dengan panjang sekitar 7,9 cm. Retensi air yang baik mendukung budidaya di daerah relatif kering.

Tingkat busuk akar sangat rendah karena sifat alami pakis yang antimikroba. Berat kering tanaman mencapai 2,1 gram. Media ini mudah ditemukan di pasar tradisional. Kombinasi pakis dan arang meningkatkan hasil pertumbuhan.

Hasil Pengaruh Media Arang Sekam

Media arang sekam menghasilkan tinggi bibit rata-rata 13,5 cm. Jumlah daun mencapai 4,8 helai dengan warna hijau gelap. Akar primer bercabang banyak meskipun panjangnya lebih pendek. Kapasitas tukar kation membantu menahan nutrisi.

Arang sekam merupakan media murah dan ramah lingkungan. pH netral sekitar 6,5 sesuai untuk pertumbuhan anggrek. Kekurangan aerasi dapat diatasi dengan campuran media lain. Media ini cocok untuk tahap awal adaptasi bibit.

Hasil Pengaruh Media Sabut Kelapa

Sabut kelapa menghasilkan tinggi bibit paling rendah yaitu 12,9 cm. Jumlah daun rata-rata 4,5 helai dengan pertumbuhan awal lambat. Akar primer relatif pendek dan rentan busuk. Retensi air yang tinggi menjadi kendala utama.

Berat kering hanya mencapai 1,8 gram. Media ini kurang direkomendasikan tanpa perlakuan tambahan. Di daerah kering, sabut kelapa masih berpotensi digunakan. Penggunaan tunggal sebaiknya dihindari.

Kesimpulan

Media serbuk kayu terbukti paling efektif mendukung pertumbuhan bibit Phalaenopsis. Parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar menunjukkan hasil terbaik. Media ini dapat diterapkan petani untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian lanjutan diperlukan untuk pengembangan media campuran inovatif.

Hasil penelitian berpotensi meningkatkan pendapatan petani anggrek. Penggunaan media lokal mendukung keberlanjutan lingkungan. Budidaya anggrek menjadi lebih efisien dan ekonomis. Florikultura Indonesia memiliki peluang besar bersaing di pasar global.


Komentar

Nama

agronomi,20,holtikultura,18,Ilmutanah,26,
ltr
item
Media Tani: Pengaruh Jenis Media Tanam pada Bibit Anggrek Phalaenopsis
Pengaruh Jenis Media Tanam pada Bibit Anggrek Phalaenopsis
Anggrek Phalaenopsis sp memiliki bunga indah yang tahan lama sehingga menjadi favorit di pasar florikultura.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-oqr_saf4OiaI3K09yrzfmL6PtgrgWAdALcmB2k97jUTFNU85ngMogASO-cyJCDRC1el1n4dniKj6sSnq_naX7t5visPziMaOU9vRkIlX6sOUbx4eZjSesbwKaD16uJvFwX7zkdRDAuxRKUTw6vvDw75w5Je4SX4uWbmVJNWPAMZZOgAcTnPJkuPJu7yh/s1600/anggrek_phalaenopsis.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-oqr_saf4OiaI3K09yrzfmL6PtgrgWAdALcmB2k97jUTFNU85ngMogASO-cyJCDRC1el1n4dniKj6sSnq_naX7t5visPziMaOU9vRkIlX6sOUbx4eZjSesbwKaD16uJvFwX7zkdRDAuxRKUTw6vvDw75w5Je4SX4uWbmVJNWPAMZZOgAcTnPJkuPJu7yh/s72-c/anggrek_phalaenopsis.webp
Media Tani
https://www.tani.biz.id/2026/01/pengaruh-jenis-media-tanam-pada-bibit-anggrek-phalaenopsis.html
https://www.tani.biz.id/
https://www.tani.biz.id/
https://www.tani.biz.id/2026/01/pengaruh-jenis-media-tanam-pada-bibit-anggrek-phalaenopsis.html
true
9107436615153191790
UTF-8
Tampilkan semua artikel Tidak ditemukan di semua artikel Lihat semua Selengkapnya Balas Batalkan balasan Delete Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat semua MUNGKIN KAMU SUKA LABEL ARSIP CARI SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel yang anda cari Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec sekarang 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan lalu Fans Follow INI ADALAH KNTEN PREMIUM STEP 1: Bagikan ke sosial media STEP 2: Klik link di sosial mediamu Copy semua code Blok semua code Semua kode telah dicopy di clipboard mu Jika kode/teks tidak bisa dicopy, gunakan tombol CTRL+C Daftar isi